Tak Ada Alasan Menghindari Tol, Hasil Riset Membuktikan  Lewat Tol Lebih Murah

Pemerintah meyakini jalan tol akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian masyarakat. Tidak salah jika pemerintah terus menggalakkan pembangunan jalan tol. Untuk ruas trans Jawa dari Merak hingga Banyuwangi tidak lama lagi akan segera tersambung. Harapannya semoga dampak yang menguntungkan tersebut segera bisa dirasakan masyarakat luas.

Anda masih ragu untuk menggunakan jalan tol? Ini ada sebuah bukti yang perlu Anda cermati sehingga bisa menghilankan keraguan Anda

Seperti dilansir jpnn.com (13/04/19), hasil riset Badan Litbang Kementerian Perhubungan menemukan fakta bahwa kendaraan barang yang melewati tol jauh lebih murah daripada tidak lewat tol. Terutama pada biaya bahan bakar.

Ingin lebih jelas? Begini hitung-hitungannya yang bisa Anda cermati.

Jarak Jakarta hingga Surabaya mencapai 783 km jika melewati Pantura. Namun jika lewat tol, lebih dekat 3 km. Menurut perhitungan Badan Litbang Kemenhub, untuk kendaraan golongan III biaya truk yang tidak menggunakan tol Rp 4.257/km.

Sedangkan yang hanya separo jalan menggunakan tol berbiaya Rp 4.073/km. Lalu jika menggunakan tol hanya Rp 3.711/km. ”Jika dihitung waktunya lebih singkat dengan tol,” ucap Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo.

Yang paling kentara adalah untuk pembiayaan bahan bakar. Sebanyak 60 persen biaya operasional truk yang tidak lewat tol dihabiskan untuk bahan bakar. Sedangkan mereka yang lewat tol hanya menghabiskan 33,40 persen untuk bahan bakar. Biaya tersebut tidak jauh berbeda dengan biaya tol yang dikeluarkan.

”Konsekuensinya biaya bahan bakar dan biaya non operasional lainnya lebih mahal kalau tidak lewat tol,” tuturnya.

Biaya operasional kendaraan melalui tol lebih murah dibandingkan dengan melalui non tol dan kombinasi. Biaya operasional melalui tol lebih murah 9 persen dibanding rute kombinasi dan 13 persen dari rute non tol.

Sedangkan dari waktu tempuh kendaraan melalui tol lebih cepat 38 persen dibanding rute kombinasi dan 58 persen dari rute non tol.

Apa yang menyebabkan pengemudi memilih untuk keluar tol? ”Rest area terbatas dan mahal,” tutur Djojo. Selain itu juga bengkel juga tidak mudah ditemui di tol. Untuk itu dia menyarankan agar fasilitas yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan supir truk diperbanyak.

Dia menyadari bahwa mengubah kebiasaan bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk itu perlu peningkatan pengetahuan kepada pengemudi dampak positif dengan menggunakan jalan tol. Selain itu bisa ditunjang dengan ketersediaan informasi lokasi bengkel atau rest area dan fasilitas tol lainnya.

Dari survei tersebut juga menghasilkan saran agar besaran tarif tol di ruas tertentu tidak terlalu mahal. Misalnya pada Tol Cipali, Kanci-Pejagan, Solo-Ngawi; Jombang-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya.

”Salah satu cara untuk menarik pengemudi truk dengan menerapkan diskon pada low season,” ungkapnya.

Nah bagaimana, sudah jelas dan percaya lewat tol lebih murah?

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *